Jumat, 28 September 2007
Memonitor Kriminalitas dengan GIS di Berbagai Negara
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
GIS untuk Pencegahan Pelanggaran Konstruksi, Pajak Hingga Sampah di New Delhi
Buana Katulistiwa- Ibukota India, New Delhi dalam waktu tak lama lagi akan mengunakan GIS, citra satelit 3-D dan kamera laser untuk memonitor berbagai pelayanan, mengecek pelanggaran hak ilegal dan kontstruksi yang tak sesuai peruntukan, pencegahan kemacetan lalu lintas dan membantu dalam pengumpulan pajak kekayaan.
Teknologi yang akan diluncurkan dengan kolaborasi Akademi Sains Rusia, akan membantu memonitor berbagai hal dengan mengacu kepada data-data yang relevan. Selain itu juga akan dimanfaatkan dalam perencanaan dan pengembangan wilayah, manajemen utilitas seperti air, listrik, gas, manajemen bencana dan kontrol polusi melalui monitoring lingkungan, hingga untuk aspek lain seperti pengumpulan sampah.
Sumber gisdevelopment.net, Rabu (1/2) menyebut pada tahap pertama, proyek percontohan akan meng-cover area 20 km persegi di Chandni Chowk, yang akan dimonitor. Aktivitas perluasan monitoring GIS akan dimulai di sana selama enam bulan dan akan diperluas hingga ke ibukota nasional hingga pelaksanaan Common Wealth Games tahun 2010 dan kemudian ke metropolis lainnya.(ss)
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
GIS untuk Memetakan Kemiskinan di Azerbaijan
Buana Katulistiwa - Asian Development Bank (ADB), United Nations Development Programme (UNDP) dan Kementrian Ekonomi Pembangunan Azerbaijan baru-baru ini menyepakati sebuah proyek pemetaan sebesar 500.000 dolar AS.
Proyek yang menggunakan GIS dan citra satelit ini memiliki tujuan untuk memetakan perubahan penggunaan tanah, memetakan sumber daya alam dan memetakan kemiskinan di Azerbaijan. Tujuan akhir proyek ini adalah untuk meningkatkan proses perencanaan strategis, pemerintahan, kemampuan mobilisasi sumberdaya bagi kota-kota di Azerbaijan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.
Sumber gisdevelopment.net, baru-baru ini menyebut, proyek yang diberi nama City Development Strategy (CDS) akan dilakukan di Ganja, Sheki dan Mingechevir sebagai proyek percontohan (pilot project), wilayah ini merupakan bagian daerah yang belum berkembang.
Lama proyek yang dianggarkan selama 18 bulan ini akan diimplementasikan oleh Sekretariat Pengurangan Kemiskinan dan Pembangunan Ekonomi atau Secretariate of Poverty Reduction and Economic Development (SPRED). Sekretariat ini merupakan bagian dari kegiatan Aliansi Kota-kota (The Cities Alliance) yang merupakan koalisi kota-kota se-dunia yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan di wilayah-wilayah perkotaan di seluruh dunia. (ms)
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Peran GIS Sangat Bermanfaat Bagi Media Massa
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
YBK dan Walhi Bahas Aplikasi SIG untuk Bencana Aceh
Buana Katulistiwa- Pemanfataan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk bencana Aceh menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Walhi Eksekutif Nasional, di kantornya Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (3/1) misalnya mengambil inisiatif untuk mengadakan rapat koordinasi pembangunan sistem ini karena dinilai belum dimanfaatkan dan terkoordinasi dengan baik. Koordinator program dari Walhi, Handiman Rico, mengatakan sistem ini akan digunakan untuk pemantauan perkembangan bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh rekan-rekan LSM di Aceh. "Updating data bersifat dua arah, dari posko-posko ke pusat dan nantinya digunakan oleh posko-posko disana dan masyarakat" paparnya.
Data akan di-update sesuai dengan informasi dari lapangan berupa data logistik, korban dan relawan. Tiap data memiliki klasifikasi sendiri, untuk logistik akan diperjelas apa saja yang tersedia dan yang dibutuhkan. Untuk korban dibagi menjadi korban selamat, meninggal dan dalam perawatan. Relawan pun akan diklasifikasi berdasarkan keahlian.
Sistem ini diharapkan dapat memberikan informasi terkini tentang keadaan di lapangan yang berguna untuk koordinasi. Hasil dari pengolahan data akan ditampilkan dalam website Walhi dan disebarkan untuk umum. Ditambahkan Rico, untuk saat ini hanya data dari LSM rekanan Walhi saja yang bisa ditampilkan. "Kita tidak yakin akan mendapatkan data dari posko bantuan atas nama pemerintah dan swasta" keluhnya. Namun, inilah tantangan untuk memberi informasi sebaik-baiknya, ujarnya memberi semangat.
Data yang dikirim melalui faksimili akan di masukan ke dalam sistem oleh tim relawan operator. Kemampuan penguasaan perangkat lunak pemetaan menjadi tuntutan yang harus dikuasai oleh relawan operator. Tuntutan ini disanggupi anggota Geographical Mountaineering Club Universitas Indonesia (GMC UI) yang terdiri dari mahasiswa Geografi UI, yang memang mendapatkan mata kuliah keahlian di bidang SIG. Untuk penyediaan data dasar digital wilayah Aceh, Yayasan Buana Katulistiwa (YBK) bersedia memberikannya.
Rapat ini diikuti oleh tiga orang staf YBK, lima orang relawan GMC UI, dan dua orang koordinator dari Walhi. Rapat diakhiri pukul 19.30 dan rencananya pelaksanaan akan dimulai hari ini (4/1).
Dayat, seorang relawan dari GMC UI menjelaskan bahwa ia dan rekannya telah menawarkan konsep ini ke beberapa Posko Bantuan, namun ditolak. "Kami datang malah dicuekin, boro-boro diterima", jelasnya seusai rapat. Keinginan untuk memberi bantuan sesuai kemampuan, seperti gayung bersambut dengan rencana Walhi untuk ini.
Direncanakan, dalam waktu dekat ini akan dikirim relawan yang bersifat sebagai kolektor data dan koordinasi jenis data yang dibutuhkan oleh tim pusat dengan posko. "Datanya yang diambil akan bersifat geografis, kemungkinan rekan GMC lain yang akan dikirim" ujar Sapta Ananda, koordinator operator SIG dari YBK. Ia menambahkan, kolektor data ini dibutuhkan untuk menpertajam analisis yang mungkin dibuat sesuai kebutuhkan penyampaian bantuan. (dp)
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Rabu, 26 September 2007
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS JARINGAN LISTRIK DISTRIBUSI (SIGO) PT. PLN (PERSERO)
Diposting oleh kEncuZ *
Sabtu, 22 September 2007
Sistem Keuangan Negara Online
Saya baru membaca berita hari ini. Topik yang menarik adalah sistem keuangan negara akan segera dibuat online mulai tanggal 1 Oktober 2007. Pernyataan ini disampaikan oleh Wapres Jusuf Kalla. Beliau menyatakan bahwa seluruh pemasukan dan pengeluaran keuangan negara akan masuk ke dalam satu rekening. Karena sudah online, diharapkan sistem seperti ini akan transparan dan terbuka.
Dengan sistem online, Pak Wapres berharap bahwa posisi perbendaharaan negara pada masing-masing propinsi dapat diketahui setiap sore hari. Tujuan pemakaian sistem ini adalah untuk efisiensi manajemen keuangan negara. Jadi, saldo negara keluar masuk dapat diketahui.
Selama ini, saya tidak tahu sistem keuangan negara seperti apa. Sistem keuangan negara sepertinya tidak jelas bahkan “tertutup” untuk publik. Saat melakukan pencarian di Google, saya menemukan Undang-Undang Tentang Keuangan Negara tahun 2003. Selengkapnya dapat anda baca di SINI. Harapan saya adalah agar masyarakat luas bisa mengetahui aliran dana (cash flow) kas negara. Sekalian juga, kita menjadi tahu sebenarnya berapa jumlah kas negara kita dengan pasti. Itu berarti masyarakat akan menjadi paham kondisi kas negara sehingga pemerintah dapat lebih bijak dalam mengelola kas negara tersebut.
Label:
Sistem Informasi
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
SAP All-In-One Solusi IT untuk Industri Pendidikan
Label:
Sistem Informasi
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
ERP Sebagai trend teknologi sistem informasi dewasa
Dari semua pengembangan teknologi sistem informasi dewasa ini, satu sistem informasi yang didesain untuk mendukung keseluruhan unit fungsional dari perusahaan adalah Enterprise Resource Planning atau ERP.
ERP adalah paket software yang memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mengintegrasikan keseluruhan aktivitasnya, dari sudut pandang proses bisnis di dalam perusahaan atau organisasi tersebut.
Software ERP adalah salah satu sistem informasi yang tercanggih dan juga termahal yang bisa didapatkan pada awal abad 21 ini. Untuk dapat mengadopsi teknologi ERP, suatu perusahaan tidak jarang harus menyediakan dana hingga milyaran rupiah. Dana sebesar itu harus disediakan untuk investasi paket software ERP, hardware berupa server dan desktop, database dan operating system software, high performance network, hingga biaya konsultasi untuk implementasi. Meskipun dihalangi oleh biaya investasi yang besar, banyak perusahaan di dunia –termasuk Indonesia– seperti berlomba-lomba untuk mengadopsi system informasi ini. Hal ini karena paket software ERP yang diimplementasikan secara baik akan menghasilkan return terhadap investasi yang layak dan dalam waktu cepat.
Karena ERP menangani seluruh aktivitas dalam organisasi, ERP membawa budaya kerja baru dan integrasi dalam organisasi. ERP mengambil alih tugas rutin dari personel –dari tingkat operator hingga manajer fungsional– sehingga memberikan kesempatan kepada sumber daya manusia perusahaan untuk berkonsentrasi dalam penanganan masalah yang kritis dan berdampak jangka panjang. ERP juga membawa dampak cost efficiency yang signifikan dengan adanya integrasi dan monitoring yang berkelanjutan terhadap performance organisasi. Pendeknya, ERP bukan hanya suatu software semata, namun suatu solusi terhadap permasalahan informasi dalam organisasi.
Enterprise Resource Planning (ERP)
Enterprise Resource Planning (ERP) dapat didefinisikan sebagai software information system berbasis komputer yang dirancang untuk mengolah dan memanipulasi suatu transaksi di dalam organisasi dan menyediakan fasilitas perencanaan, produksi dan pelayanan konsumen yang real-time dan terintegrasi.
Keistimewaan ERP dibandingkan teknologi system informasi lainnya terletak pada sifatnya yang terintegrasi, sehingga ERP mampu mengatasi banyak permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Misalnya, manajemen material, masalah pengendalian mutu, produktivitas karyawan, pelayanan pelanggan, manajemen kas, masalah inventori, dan lain-lain. ERP system memberikan kepada organisasi penggunanya suatu model pengolahan transaksi yang terintegrasi dengan aktivitas di unit lain dalam organisasi, contohnya integrasi antara produksi dengan sumber daya manusia. Dengan mengimplementasikan proses bisnis standar perusahaan dan database tunggal (single
database) yang mencakup keseluruhan aktivitas dan lokasi di dalam perusahaan, ERP mampu menyediakan integrasi di antara aktivitas dan lokasi tersebut.
Sebagai hasilnya, ERP system dapat mendorong ke arah kemampuan decision-making yang lebih baik dengan parameter yang terukur secara kuantitatif, seperti misalnya penurunan inventory level, pengurangan personel, percepatan pengolahan laporan keuangan, dan lain-lain.
Keunggulan ERP yang biasanya dijadikan alasan bagi perusahaan untuk mengimplementasikan ERP dalam system informasinya adalah :
- ERP mengitegrasikan aktivitas perusahaan Pemrosesan data di dalam ERP system terjadi secara cross-functional dengan data yang terhimpun dalam satu sistem sehingga menyebabkan hilangnya batas antar unit atau lokasi dalam organisasi.
-ERP memberikan kesempatan untuk mengadopsi best practice Paket software standard ERP terdiri dari ribuan atau bahkan lebih best practice dari proses bisnis yang dapat meningkatkan performance dan produktivitas perusahaan bila diimplementasikan
- ERP memberikan kemampuan standarisasi dalam organisasi Standarisasi yang dimaksud adalah penyamaan proses bisnis di lokasi-lokasi yang berbeda di dalam satu
perusahaan untuk kepentingan efisiensi dan konsistensi image terhadap konsumen
- ERP menghindarkan terjadinya information asymmetry Karena ERP menggunakan single database, maka akan menghindarkan terjadinya monopoli informasi di suatu unit organisasi, meningkatkan kemampuan kontrol, meningkatkan kemampuan decision-making dan menghindarkan pekerjaan yang sia-sia dalam penyiapan informasi atau input data di lebih dari satu tempat
- ERP menyediakan informasi secara real-time dan on-line Dimungkinkan dengan terhubungnya semua end-user perusahaan dalam satu sistem informasi secara on-line
- ERP memberikan keleluasaan untuk mengakses data perencanaan dan controlling secara simultan Dengan penggunaan single database, semua user dalam organisasi dapat mengakses suatu data secara simultan, memberikan kemampuan perencanaan dan controlling yanglebih konsisten
- ERP memberikan fasilitas komunikasi dan kolaborasi di dalam satu perusahaan
- ERP memberikan kemampuan kepada user dari berbagai fungsi dan lokasi dalam organisasi untuk berkomunikasi dan kolaborasi dengan adanya proses yang saling berhubungan. Adanya proses yang standar juga mengurangi potensi konflik.
- ERP memberikan fasilitas komunikasi dan kolaborasi antar perusahaan
Trend bisnis modern saat ini adalah untuk mengintegrasikan database organisasi kepada organisasi partner untuk kepentingan procurement atau yang lain. Untuk mendukung keperluan tersebut, diperlukan single repository (data storage) bagi seluruh organisasi yang terlibat, dan kemampuan ini dimiliki oleh ERP.
Label:
Sistem Informasi
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Pariwisata berbasis TI (Sistem Informasi Manajemen Pariwisata)
Label:
Sistem Informasi
3
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Bepergian Mudah dengan iTravel
Label:
Sistem Informasi
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
SISTEM INFORMASI AKADEMIK (SIAK)
Profil SIAK
Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat pada lembaga-lembaga pendidikan untuk dapat memberikan mutu yang prima disegala aspek menyebabkan penerapan sebuah sistem informasi yang didukung teknologi informasi yang sesuai adalah mutlak dilakukan. Dengan penerapan sistem informasi diharapkan sebuah lembaga pendidikan dalam segala kegiatannya dapat menciptakan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah, dunia industri, dan intern mereka dengan lebih cepat, lebih baik, dan tentunya lebih murah.
Sistem Informasi Akademik (SIAK) merupakan sebuah aplikasi yang mengintegrasikan seluruh proses inti sebuah bisnis pendidikan ke dalam sebuah sistem informasi yang didukung oleh teknologi terkini. Dengan penerapan SIAK akan mempengaruhi mutu layanan secara keseluruhan, yaitu layanan yang berhubungan dengan pihak-pihak di luar lembaga pendidikan (Front Office) dan satu lagi tentunya layanan yang berhubungan dengan intern lembaga pendidikan itu sendiri (Back Office).
Aplikasi Sistem Informasi Akademik merupakan sebuah aplikasinya menggunakan web sebagai antar muka penggunanya. Diharapkan dengan ini maka aplikasi ini dapat diakses kapan saja, di mana saja, implementasinya relatif murah dan tentunya mudah digunakan.
Keuntungan Aplikasi SIAK
Meningkatkan Kinerja : SIAK mampu memberikan informasi yang realtime dengan waktu respon interaktif yang cepat untuk kebutuhan banyak user
Mudah Disesuaikan: Modul SIAK yang ada dapat di sesuaikan dengan kebutuhan dan persyaratan yang beragam dari masing-masing perguruan tinggi
Arsitektur Terbuka (Modular & Scalable): Aplikasi SIAK dibangun dengan Arsitektur Terbuka sehingga memungkinkan untuk peningkatan fleksibilitas dan perkembangan teknologi kedepan.
Integrasi Mudah: Aplikasi SIAK yang ada mengintegrasikan seluruh proses bisnis utama yang ada di perguruan tinggi yang dapat di akses dari seluruh titik yang ada di dalam (intranet) dan dari luar (internet).
Penerapan dan Pemiliharaan Relatif Mudah: Aplikasi SIAK tidak menerapkan skema lisensi sehingga dapat digunakan oleh banyak user. Karena sifatnya adalah aplikasi client-server maka tidak perlu ada aplikasi yang harus diinstall di PC user, hal ini sangat memudahkan pemeliharaan dan sangat minimal terkena resiko crash atau terkena virus.
Aman dan Handal: Aplikasi SIAK mengunakan keamanan berlapis, mulai dari proteksi di sistem operasi server, database dan aplikasi itu sendiri. Setiap user yang akan mengakses suatu modul SIAK di berikan user login dan password sesuai dengan kewenangan masing - masing.
Label:
Sistem Informasi
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Customer Relationship Management
Diposting oleh kEncuZ *
Penerapan E-Goverment
Label:
Sistem Informasi
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)
Seperti yang telah kita ketahui bersama, ada 4 proses penting dalam Sistem Informasi Geografi yaitu pemasukan data, manajemen data, manipulasi/analisis data dan keluaran data. Keempat proses tersebut harus dilakukan tahap demi tahap untuk menghasilkan output SIG yang baik. Proses pemasukkan data bisa melibatkan banyak hal baik hardware maupun softwarenya, begitu juga dengan proses manajemen data serta output datanya. Akan tetapi untuk proses analisis dan manipulasi data, dalam hal ini gabungan data atribut dan data spasial maka hanya program-program GIS yang bisa melakukannya. Software-software SIG juga kadang diseting untuk bisa melakukan keempat proses-proses tersebut, misalnya software ArcView GIS.
Untuk seseorang yang baru mengetahui SIG, proses pemasukkan data bisanya merupakan proses yang sangat ruwet, kadang proses pemasukkan data dipelajari lebih belakangan dibandingkan dengan proses-proses yang lainnya. Karena memang saat ini dah banyak sekali data-data peta digital (bentuk vektor dan grid) yang beredar, sehingga untuk menghasilkan otuput GIS yang baik tidak perlu lagi melakukan proses pemasukkan data (merubah peta hardcopy menjadi softcopy).
Akan tetapi proses ini sangatlah penting. Karena tidak akan ada peta digital seandainya tidak ada proses pemasukkan data. Menurut Lukman (1993) pemasukan data merupakan proses pemasukan data pada komputer dari peta (peta topografi dan peta tematik), data statistik, data hasil analisis penginderaan jauh, data hasil pengolahan citra digital penginderaan jauh, dan lain-lain. Data-data spasial dan atribut baik dalam bentuk analog maupun data digital tersebut dikonversikan kedalam format yang diminta oleh perangkat lunak sehingga terbentuk basisdata (database). Basisdata adalah pengorganisasian data yang tidak berlebihan dalam komputer sehingga dapat dilakukan pengembangan, pembaharuan, pemanggilan, dan dapat digunakan secara bersama oleh pengguna (Anon, 2003).
Menurut Puntodewo, dkk (2003) ada beberapa macam sumber data spasial yang dapat digunakan dalam GIS diantaranya yaitu:
1. Peta analog
Peta analog adalah peta dalam bentuk cetakan seperti peta rupa bumi yang diterbitkan Bakosurtanal. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, sehingga sudah mempunyai referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angina dsb walaupun pada akhirnya koordinatnya harus dikoreksi kedalam koordinat digital. Peta analog harus dikonversikan menjadi peta digital dengan berbagai cara misalnya digitasi.
Karsidi (1996) dalam geocities.com/yaslinus (2007), mengatakan bahwa untuk mengubah data peta menjadi data sistem informasi geografi digital, maka ada dua proses yang dapat dilakukan yaitu melalui digitasi garis dan penyiaman/penyapuan (scanning). Dengan digitasi maka obyek–obyek di peta digambarkan ulang dalam bentuk digital menggunakan peralatan meja digitasi atau bantuan mouse dan monitor. Meja digitasi adalah alat perekam koordinat yang akan mencatat posisi dari kursor yang dipakai untuk menggambar ulang obyek peta. Dilain pihak dengan teknik scanning/penyiaman, maka obyek–obyek peta direkam ulang dengan alat optik (semacam mesin foto copy) yang kemudian akan mengubah data rekaman gambar ke dalam format raster/image yang dalam proses digitasinya menggunakan teknik On Screen Digitazier.
Digitasi adalah pengambilan data dengan cara menelusuri peta yang telah ada dengan menggunakan meja gambar yang disebut Digitizer Tablet atau mengikuti gambar hasil scanner/penyiaman di layar monitor yang disebut dengan On Screen Digitizer.
2. Data dari sistem Penginderaan Jauh
Data Pengindraan Jauh dapat dikatakan sebagai sumber data yang terpenting bagi SIG karena ketersediaannya secara berkala. Dengan adanya bermacam-macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing-masing, kita bisa menerima berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format raster seperti citra satelit dan foto udara.
Citra penginderaan jauh yang berupa foto udara atau dapat diinterpretasi terlebih dahulu sebelum dikonversi kedalam bentuk digital. Sedangkan citra yang diperoleh dari satelit yang sudah dalam bentuk digital dapat langsung digunakan setelah diadakan koreksi seperlunya. Lebih lanjut dinyatakan ketiga sumber tersebut saling mendukung satu terhadap yang lain. Data lapangan dapat digunakan untuk membuat peta fisik, sedangkan data penginderaan jauh juga memerlukan data lapangan untuk lebih memastikan kebenaran data tersebut. Jadi ketiga sumber data saling berkaitan, melengkapi dan mendukung, sehingga tidak boleh ada yang terabaikan (geocities.com/yaslinus).
3. Data hasil pengukuran lapangan.
Contoh data hasil pengukuran lapang adalah data batas administrasi, batas kepemilikan lahan, batas persil, batas hak pengusahaan hutan, dsb., yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan tersendiri. Pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut.
4. Data GPS.
Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi seiring dengan pencabutan Selective Availability (SA) oleh Amerika Serikat (AS). Sebelum SA di cabut oleh AS keakuratan sebuah GPS hanya 100m dari seharusnya dan saat ini pada umumnya keakuratan sebuah GPS adalah 10m. data posisi GPS dapat digunakan sebagai data dasar koordinat bumi, selain itu hasil traning area sebuah GPS dapat juga digunakan sebagai data penunjang dalam pembuatan peta.
Label:
Sistem Informasi
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Health Informatics - Surveilans dan Standar Data
Suatu sistem surveilans kesehatan masyarakat (Public Health Surveillance System) di masa kini banyak didukung oleh perkembangan teknologi elektronik. Seharusnya arus data yang dikumpulkan pun menjadi lebih cepat / real-time, mampu memonitor perkembangan / penyebaran kejadian kesehatan / penyakit (tren) di masyarakat serta bermanfaat bagi para pengambil kebijakan bidang kesehatan untuk melakukan tindakan yang tepat dan segera. Namun, nampaknya masalah standardisasi data masih akan menjadi topik hangat pada perkembangan sistem surveilans di beberapa negara termasuk Indonesia.
The National Electronic Disease Surveillance System (NEDSS) merupakan salah satu organisasi yang mengembangkan proses standardisasi data kesehatan mulai dari pengumpulan data, manajemen, pertukaran / pengiriman, analisis, akses dan diseminasi. Berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi di negara kita.
Pengumpulan data
Suatu masalah kesehatan biasanya ditemukan dan dilaporkan oleh penyedia pelayanan kesehatan seperti: puskesmas, dokter swasta, bidan, balai pengobatan, laboratorium dan rumah sakit. Isu penting yang ada adalah apakah format laporan yang digunakan sudah memenuhi standar yang ada secara nasional? Apakah definisi kasus tiap kejadian penyakit sudah terjabarkan secara jelas? Diperlukan juga format standar yang memudahkan pertukaran data secara elektronik nantinya. Untuk kemudahan dan kecepatannya, data bisa dikirimkan dalam bentuk kertas, menggunakan sms, telepon, faksimil, email, disket, flash-disk atau bahkan PDA dan beberapa daerah sudah memiliki wide area network maupun sistem informasi berbasis web. Data dikirimkan ke level pemerintahan lokal / dinkes kabupaten / kota, dinkes propinsi dan seterusnya hingga ke Depkes pusat. Pengumpulan data sebaiknya juga bersifat aktif, jangan hanya pasif.
Manajemen data
Untuk mencegah multiplikasi data, diperlukan suatu sistem pendataan identitas penduduk yang baik dan unik. Nantinya juga dibutuhkan suatu software register database yang mampu memfilter data ganda tersebut. Standar arsitektur data sebaiknya ditetapkan menggunakan format program tertentu seperti .doc dari Microsoft Word atau .odt (OpenDocument Text) dari OpenOffice.org 2.0 yang gratis, atau XML (eXtensible Markup Language) untuk memudahkan petukaran data elektronik.
Pertukaran / pengiriman data
Kerahasiaan data adalah isu penting disini, dimana pengiriman informasi menjadi sangat rawan dengan alam internet yang terbuka. Untuk mengatasinya dapat dengan menerapkan area network untuk lingkup tertentu atau menggunakan jalur internet terenkripsi.
Analisis data
Perubahan tren kejadian kesehatan tertentu dengan bantuan metode statistik serta dukungan software database dan pemetaan (misalnya EpiInfo) akan membantu analisis dan penyajian data nantinya.
Akses dan diseminasi data
Selain bermanfaat bagi pengambil kebijakan, hasil analisis data disimpan dalam database masing-masing level pemerintahan dan dapat digunakan untuk promosi kesehatan masyarakat melalui jalur internet maupun sms interaktif sesuai kebutuhan masyarakat.
Untuk memudahkan pengolahan data dari berbagai sumber dan berbagai macam jenis data menjadi informasi yang berguna bagi kebijakan kesehatan selanjutnya, diperlukan suatu standar tertentu mengenai format laporan, definisi kasus, software pengolah data serta jalur internet yang aman.
Label:
Sistem Informasi
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Pengembangan Sistem Informasi Spasial Database Iklim Nasional
Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap iklim semakin tinggi maka ketersediaan data iklim baik secara global, regional, maupun lokal sangat diperlukan. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi sebagai salah satu institusi di bawah Departemen Pertanian memiliki mandat untuk mengembangkan database sumberdaya iklim untuk kebutuhan pertanian nasional.
Permasalahan utama yang dihadapi dalam proses pengembangan database iklim ini terutama berkaitan dengan format dan struktur data yang belum standar. Akibatnya data tersebut tidak mudah diupdate dan diakses.
Permasalahan tersebut di atas menjadi masukan utama di dalam penelitian Pengembangan Sistem Informasi Spasial Database Iklim Nasional. Sistem tersebut menggabungkan data tabular (data iklim, infomasi stasiun iklim) dan spasial (peta administrasi) dengan menggunakan teknologi pemrograman yang dapat mendisain sistem database menurut kebutuhan pengguna misalnya: (a) menampilkan data dan informasi iklim secara cepat berdasarkan pilihan jenis parameter, periode waktu, dan lokasi stasiun yang diinginkan, (b) menampilkan distribusi stasiun pengamat iklim/curah hujan, (c) mengolah data iklim ke beberapa satuan waktu seperti data dasarian, bulanan, dan tahunan, dan (d) menampilkan hasil olahan tersebut dalam beberapa kemasan baik secara display di monitor komputer secara tabular ataupun histogram, printout, dan file.
Proses penyusunan sistem database iklim nasional meliputi dua tahapan utama yaitu: Pengembangan prototipe sistem database iklim nasional, dan Pengembangan database iklim Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kegiatan diawali dengan penyiapan data (spasial, tabular) yang diperoleh dari Puslitbangtanak maupun dari instansi terkait seperti BMG dan Bakosurtanal.
Parameter iklim adalah parameter yang menggambarkan kondisi iklim, seperti curah hujan, temperatur, kelembaban, kecepatan angin, evapotranspirasi, dan radiasi matahari. Kegiatan diawali dengan inventarisasi data seperti:
Peta digital seluruh Indonesia lengkap dengan batas administrasi sampai level kecamatan. Peta digital ini dalam format LL (Latitude Longitude) dan untuk keperluan pengembangan sistem database sedang ditransfer ke format UTM.
Data iklim/curah hujan manual yang berasal dari instansi terkait seperti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Dinas Pertanian, Kimpraswil, Badan Litbang Pertanian, dan lain sebagainya.
Data iklim/curah hujan digital yang berasal dari stasiun otomatis milik Puslitbangtanak terdiri atas 75 stasiun iklim dan 4 stasiun hujan.
Pengembangan sistim database dan informasi sumberdaya iklim pada prinsipnya memadukan berbagai jenis data seperti data spasial ataupun tabular. Semua data itu diklasifikasikan berdasarkan karakteristik objek atau berdasarkan bentuk penyajian, yaitu: (1) file poligon/satuan lahan (batas adminsitrasi), (2) file garis (sungai dan jalan), (3) file titik (lokasi staisun iklim), dan (4) file gambar ( legenda dan keterangan lainnya).
Keempat jenis file tersebut merupakan layer dengan tema yang berbeda dan dapat dioverlaykan seluruhnya atau beberapa layer saja sesuai kebutuhan. Setiap layer memiliki informasi yang terintegrasi dengan data tabular yang berupa angka (numeric data) seperti data iklim, nama provinsi dan lokasi stasiun.
Selanjutnya data yang sudah diklasifikasikan diproses dan ditampilkan dalam beberapa kemasan (display, printout, dan file textual). Struktur data yang dihasilkan dari bagian ini menjadi dasar dalam pengembangan analisis data iklim untuk menghasilkan informasi sumberdaya iklim yang lebih akurat, reliability, dan cepat.
Kesalahan pada salah satu bagian akan mengakibatkan kesalahan pada keluaran informasi yang diperlukan. Oleh karena itu sistim database ini harus baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, agar Balitklimat sebagai satu-satunya institusi di Lingkup Badan Litbang Pertanian yang bertanggungjawab dengan database iklim pertanian mampu memberikan informasi iklim yang bukan saja dapat dipercaya kebenarannya tetapi juga mampu memberikan informasi secara rutin, terbaru dan kontinu. Untuk mengetahui informasi jumlah stasiun dibuat menu khusus seperti Gambar.
Penelitian selanjutnya akan difokuskan untuk analisis agroklimat dan hidrologi dengan menggunakan input dari sistem database:
Estimasi evapotranspirasi.
Perhitungan neraca air secara spasial berbagai jenis komoditas pertanian.
Trend perubahan iklim antar tempat dan waktu.
prediksi curah hujan dengan menggunakan berbagai pendekatan seperti Kalman Filter. dan Box Jenkins. Zonasi parameter iklim. Link sumberdaya iklim dengan sumberdaya tanah ataupun informasi pertanian lainnya. serta analisis lain yang berkaitan dengan informasi sumberdaya iklim. Kehandalan sistem database sumberdaya iklim sangat tergantung pada aspek: ketersediaan data iklim maupun data spasial penunjang, sumberdaya manusia, dan perangkat lunak dan keras. Oleh karena itu disarankan pengembangan ketiga aspek ini harus mengikuti perkembangan dan kemajuan ilmu dan pengetahuan. serta kebutuhan Balitklimat di masa datang.
Label:
Sistem Informasi
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Minggu, 16 September 2007
SEJARAH TEKNOLOGI INFORMASI
Label:
Sejarah IT ( Information Technology )
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Sabtu, 15 September 2007
Sejarah Monitor
Label:
Sejarah IT ( Information Technology )
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Sejarah Internet
Label:
Sejarah IT ( Information Technology )
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Sejarah Micro Processor
Label:
Sejarah IT ( Information Technology )
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Sejarah Komputer
Label:
Sejarah IT ( Information Technology )
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *


