Tampilkan postingan dengan label Geographic Information System. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geographic Information System. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 September 2007
Memonitor Kriminalitas dengan GIS di Berbagai Negara
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
GIS untuk Pencegahan Pelanggaran Konstruksi, Pajak Hingga Sampah di New Delhi
Buana Katulistiwa- Ibukota India, New Delhi dalam waktu tak lama lagi akan mengunakan GIS, citra satelit 3-D dan kamera laser untuk memonitor berbagai pelayanan, mengecek pelanggaran hak ilegal dan kontstruksi yang tak sesuai peruntukan, pencegahan kemacetan lalu lintas dan membantu dalam pengumpulan pajak kekayaan.
Teknologi yang akan diluncurkan dengan kolaborasi Akademi Sains Rusia, akan membantu memonitor berbagai hal dengan mengacu kepada data-data yang relevan. Selain itu juga akan dimanfaatkan dalam perencanaan dan pengembangan wilayah, manajemen utilitas seperti air, listrik, gas, manajemen bencana dan kontrol polusi melalui monitoring lingkungan, hingga untuk aspek lain seperti pengumpulan sampah.
Sumber gisdevelopment.net, Rabu (1/2) menyebut pada tahap pertama, proyek percontohan akan meng-cover area 20 km persegi di Chandni Chowk, yang akan dimonitor. Aktivitas perluasan monitoring GIS akan dimulai di sana selama enam bulan dan akan diperluas hingga ke ibukota nasional hingga pelaksanaan Common Wealth Games tahun 2010 dan kemudian ke metropolis lainnya.(ss)
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
GIS untuk Memetakan Kemiskinan di Azerbaijan
Buana Katulistiwa - Asian Development Bank (ADB), United Nations Development Programme (UNDP) dan Kementrian Ekonomi Pembangunan Azerbaijan baru-baru ini menyepakati sebuah proyek pemetaan sebesar 500.000 dolar AS.
Proyek yang menggunakan GIS dan citra satelit ini memiliki tujuan untuk memetakan perubahan penggunaan tanah, memetakan sumber daya alam dan memetakan kemiskinan di Azerbaijan. Tujuan akhir proyek ini adalah untuk meningkatkan proses perencanaan strategis, pemerintahan, kemampuan mobilisasi sumberdaya bagi kota-kota di Azerbaijan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.
Sumber gisdevelopment.net, baru-baru ini menyebut, proyek yang diberi nama City Development Strategy (CDS) akan dilakukan di Ganja, Sheki dan Mingechevir sebagai proyek percontohan (pilot project), wilayah ini merupakan bagian daerah yang belum berkembang.
Lama proyek yang dianggarkan selama 18 bulan ini akan diimplementasikan oleh Sekretariat Pengurangan Kemiskinan dan Pembangunan Ekonomi atau Secretariate of Poverty Reduction and Economic Development (SPRED). Sekretariat ini merupakan bagian dari kegiatan Aliansi Kota-kota (The Cities Alliance) yang merupakan koalisi kota-kota se-dunia yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan di wilayah-wilayah perkotaan di seluruh dunia. (ms)
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Peran GIS Sangat Bermanfaat Bagi Media Massa
Buana Katulistiwa- Manfaat GIS bagi tugas-tugas jurnalistik, termasuk dalam urusan pemasaran media, memang bukan berita baru. Koran Arizona Republic, di Arizona, AS, memanfaatkan GIS untuk menjual iklan bagi para pengiklan dengan lebih mudah.
Arizona Republic, yang melayani sekitar 1,275 juta rumah tangga di Maricopa dan Pinal, Arizona, dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS ESRI memberikan pilihan bagi para pemasang iklan untuk menjangkau konsumen langsung, sehingga memudahkan mereka menargetkan konsumen lebih akurat daripada cara yang tradisional yakni pemasaran berdasarkan kode pos, kelompok blok sensus atau rute pengantaran.
GIS membuat penjualan dimasukkan ke pengiklan dengan lebih mudah. Koran ini kini telah menemukan solusi dari yang sebelumnya belum ditemukan, termasuk melakukan seleksi demografis berdasarkan geografi dan per rumah tangga. Ini memberikan konsumen mereka memiliki lebih keunggulan.
Staf penjualan log on ke dalam aplikasi berbasis pemetaan yang mencakup teritori yang di-cover Arizona Republic, untuk melihat para langganan maupun bukan langganan, lalu memilih dari daftar demografis untuk membantu pengiklan menemukan dengan mudah konsumen mereka.
Sebagai contoh, jika pengiklan tertarik dengan income para konsumen, mereka dapat memilih variabel demografik dan jumlah, misalnya income antara 50.000 dolar AS dan 74.999 dolar AS. Variabel demografis lainnya dapat dilihat misalnya berdasarkan kepemilikan kolam renang, dalam kelompok income yang mereka pilih.
Dengan menggunakan GIS, pengiklan dapat menemukan pasar khusus untuk konsumen yang mereka pilih berdasarkan rumah tangga untuk mereka masuki, untuk menggantikan rute pengantaran, kode wilayah atau blok sensus. (bj)
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
YBK dan Walhi Bahas Aplikasi SIG untuk Bencana Aceh
Buana Katulistiwa- Pemanfataan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk bencana Aceh menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Walhi Eksekutif Nasional, di kantornya Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (3/1) misalnya mengambil inisiatif untuk mengadakan rapat koordinasi pembangunan sistem ini karena dinilai belum dimanfaatkan dan terkoordinasi dengan baik. Koordinator program dari Walhi, Handiman Rico, mengatakan sistem ini akan digunakan untuk pemantauan perkembangan bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh rekan-rekan LSM di Aceh. "Updating data bersifat dua arah, dari posko-posko ke pusat dan nantinya digunakan oleh posko-posko disana dan masyarakat" paparnya.
Data akan di-update sesuai dengan informasi dari lapangan berupa data logistik, korban dan relawan. Tiap data memiliki klasifikasi sendiri, untuk logistik akan diperjelas apa saja yang tersedia dan yang dibutuhkan. Untuk korban dibagi menjadi korban selamat, meninggal dan dalam perawatan. Relawan pun akan diklasifikasi berdasarkan keahlian.
Sistem ini diharapkan dapat memberikan informasi terkini tentang keadaan di lapangan yang berguna untuk koordinasi. Hasil dari pengolahan data akan ditampilkan dalam website Walhi dan disebarkan untuk umum. Ditambahkan Rico, untuk saat ini hanya data dari LSM rekanan Walhi saja yang bisa ditampilkan. "Kita tidak yakin akan mendapatkan data dari posko bantuan atas nama pemerintah dan swasta" keluhnya. Namun, inilah tantangan untuk memberi informasi sebaik-baiknya, ujarnya memberi semangat.
Data yang dikirim melalui faksimili akan di masukan ke dalam sistem oleh tim relawan operator. Kemampuan penguasaan perangkat lunak pemetaan menjadi tuntutan yang harus dikuasai oleh relawan operator. Tuntutan ini disanggupi anggota Geographical Mountaineering Club Universitas Indonesia (GMC UI) yang terdiri dari mahasiswa Geografi UI, yang memang mendapatkan mata kuliah keahlian di bidang SIG. Untuk penyediaan data dasar digital wilayah Aceh, Yayasan Buana Katulistiwa (YBK) bersedia memberikannya.
Rapat ini diikuti oleh tiga orang staf YBK, lima orang relawan GMC UI, dan dua orang koordinator dari Walhi. Rapat diakhiri pukul 19.30 dan rencananya pelaksanaan akan dimulai hari ini (4/1).
Dayat, seorang relawan dari GMC UI menjelaskan bahwa ia dan rekannya telah menawarkan konsep ini ke beberapa Posko Bantuan, namun ditolak. "Kami datang malah dicuekin, boro-boro diterima", jelasnya seusai rapat. Keinginan untuk memberi bantuan sesuai kemampuan, seperti gayung bersambut dengan rencana Walhi untuk ini.
Direncanakan, dalam waktu dekat ini akan dikirim relawan yang bersifat sebagai kolektor data dan koordinasi jenis data yang dibutuhkan oleh tim pusat dengan posko. "Datanya yang diambil akan bersifat geografis, kemungkinan rekan GMC lain yang akan dikirim" ujar Sapta Ananda, koordinator operator SIG dari YBK. Ia menambahkan, kolektor data ini dibutuhkan untuk menpertajam analisis yang mungkin dibuat sesuai kebutuhkan penyampaian bantuan. (dp)
Label:
Geographic Information System
0
komentar
Diposting oleh kEncuZ *
Langganan:
Postingan (Atom)