..:: Selamat Datang di iloworld.blogspot.com ::..
Tampilkan postingan dengan label Biometrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biometrik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2007

Menggunakan Wajah sebagai Password



source

Wajahmu, Passwordmu. Mungkin ini tagline yang akan diusung oleh NEC, dalam memperkenalkan produk terbarunya. ‘Face Pass’ adalah sistem keamanan terbaru untuk laptop keluaran NEC. Dua buah seri diperkenalkan sekaligus yaitu seri LaVie C and LaVie L, keduanya memiliki fungsi pengenalan wajah, yang hanya memungkinkan orang yang sudah terdaftar untuk log on ke dalam komputer.

Software NEC, dinamakan “NeoFace,” merupakan sistem biometrik yang menggunakan kombinasi antara daerah seputar mata dan pengenalan wajah untuk mengidentifikasi pengguna komputer. Untuk memprogram sistem ini, user perlu mendaftarkan tiga buah fotonya. Dan ketika user mencoba log on, kamera 2.0 megapixel siap menscan karakteristik wajah si pengguna.

NEC mengklaim bahwa sistemnya mampu melakukan verifikasi dengan baik meskipun pengguna menggunakan kacamata dan topi, memiliki potongan rambut yang berbeda dan menunjukan ekspresi wajah yang lain. Pertanyaannya: Bagaimana membedakan pengguna yang kembar identik ? Tentunya berbahaya jika laptop Presiden SBY digunakan oleh Presiden Republik Mimpi, bukan ?

Sistem Biometrik Pembuluh Darah di Jari



source

Teknologi pembuktian menggunakan Pembuluh Darah di Jari dari Hitachi adalah salah satu teknologi pengidentifikasian biometrik yang paling maju. Dalam biometrik, ada beberapa metode yang digunakan yang didasarkan kepada sidik jari, selaput mata, dan suara. Namun demikian metode ini terkadang memiliki tingkat keamanan yang rendah karena fitur-fitur dalam metodenya terekspos di luar tubuh manusia dan dapat saja dipalsukan. Untuk mengatasi masalah ini Sistem Biometrik Pembuluh Darah di Jari dari Hitachi mengidentifikasi pola-pola yang ada di dalam tubuh manusia, sehingga mengurangi ketidaktepatan dan meningkatkan kehandalan dan keamanan.

Mouse Biometrik Anti Password

 source

Saat ini teknologi yang umum untuk mengenali seseorang di dunia digital adalah pasangan user ID dan password. Bila Anda memiliki banyak piranti atau account Internet yang berbeda-beda, praktek keamanan yang dianjurkan adalah menggunakan password yang berbeda-beda untuk tiap peranti. Bila Anda punya masalah akut dengan ingatan, jelas ini adalah masalah besar. Teknologi biometrik tampaknya adalah

solusi tepat bagi anda.Teknologi ini mengenali seseorang bukan dari pasangan userid dan password yang sudah lama menjadi mekanisme pengenalan identitas di dunia digital, tetapi dari ciri-ciri biologisnya. Metode yang digunakan berkisar dari pengenalan wajah, pemindaian iris atau sidik jari.

Mouse yang dijual oleh Thinkgeek ini menggunakan teknologi biometrik untuk mengenali pengguna yang hendak mengoperasikan komputer. Terintegrasi dengan mouse ini teknologi biometrik untuk mengenali sidik jari pengguna mouse. Fitur keamanan yang didukung oleh mouse ini adalah login yang aman, akses pada file dan folder melalui autentikasi biometrik.

Terkadang kita ingin berbagi komputer atau dokumen dengan orang lain. Anda juga bisa melakukannya dengan mouse ini tanpa mengorbankan aspek keamanan. Mouse ini bisa mengenali banyak pemakai, sehingga Anda dapat membolehkan orang-orang tertentu untuk menggunakan komputer anda atau mengakses data.

Sistem operasi yang didukung oleh mouse optik dengan sambungan USB ini adalah Windows 98/ME/2000/XP. Dengan mouse ini, Anda bisa mengurangi kerepotan mengingat-ingat password yang semakin banyak itu. Anda bisa memesan mouse yang berhaga sekitar US$100 ini dari situs www.thinkgeek.com.

Inggris Bakal Berlakukan KTP Biometrik Pertama di Dunia

source

LONDON - Rencana Inggris untuk memberlakukan kartu identitas biometrik pertama di dunia mendapat dukungan dari Majelis Rendah, Selasa lalu, meskipun pemerintahan PM Tony Blair mendapat perlawanan dari wakil-wakil partai pimpinannya.

Ketika voting mengenai kartu identitas tersebut dilakukan, dukungan wakil rakyat dari Partai Buruh di Majelis Rendah terhadap rencana itu hanya 31 suara. Padahal, partai pimpinan Blair itu menguasai 66 kursi.

Hal itu merupakan pembangkangan pertama para anggota parlemen dari Partai Buruh, sejak Blair terpilih kembali Mei lalu untuk masa jabatan yang ketiga.

Kartu identitas biometrik itu dirancang untuk menangkal aksi terorisme, kejahatan, dan pelanggaran imigrasi.

Meski ada perlawanan terhadap Blair, usulan pembuatan kartu identitas canggih tersebut akan melanjutkan proses legislasinya sampai menjadi undang-undang. Jika rancangan undang-undang itu disetujui, rakyat Inggris untuk kali pertama akan membawa kartu identitas sejak benda tersebut dihilangkan semasa Perang Dunia II oleh pemerintahan Winston Churchill.

Para penentang rencana itu mengatakan, kartu identitas tersebut terlalu mahal dan tidak dibutuhkan. Mereka khawatir, kartu itu akhirnya menjadi suatu kewajiban.

Kartu identitas tersebut menggunakan teknologi biometrik untuk mengidentifikasi sidik jari, wajah, dan selaput pelangi pada mata.

Dipantau

Neil Fisher, direktur keamanan dan intelijen di lembaga teknologi Inggris QinetiQ, mengatakan banyak negara lain sedang memantau upaya Inggris tersebut.

''Tak seorang pun memiliki sistem kartu identitas yang serumit ini, dengan menggunakan tiga tipe biometrik,'' kata dia kepada Reuters

''Amerika sedang memantau kita. Saya kira jika kita tetap melanjutkan proyek ini, kita melakukan tindakan yang benar. Skema ini akan menjadi teladan bagi banyak orang,'' tambahnya.

Kubu oposisi, yakni Konservatif dan Liberal Demokrat, mengatakan akan menentang program kartu identifas biometrik tersebut.

''Kami melihat tidak ada manfaatnya. Biayanya terlalu mahal dan berisiko merusak kebebasan dan privasi,'' kata David Davis, Menteri Dalam Negeri Kabinet Bayangan Konservatif.

Meskipun perolehan kursi Partai Buruh di House of Commons berkurang pada pemilu Mei lalu, beberapa wakil partai itu mungkin memutuskan menolak dalam voting tersebut.

Namun, para pengamat politik memperkirakan rencana tersebut tetap mendapatkan dukungan yang memadai.

Sebuah penelitian yang diumumkan Senin lalu mengatakan, biaya proyek tersebut melonjak 19 miliar poundsterling menjadi 35 miliar poundsterling. Namun Blair mengatakan isu pelonjakan biaya itu dilebih-lebihkan.

Jika proyek itu disetujui parlemen, kartu identitas sukarela paling cepat tersedia pada 2008 dan kartu itu tidak diberlakukan secara wajib sampai 2013.(rtr-ben-25)

Kartu Biometrik untuk Pekerja Asing di Malaysia

source

Malaysia akan mengeluarkan kartu pintar sebagai tanda pengenal pekerja asing akhir tahun ini.

KUALA LUMPUR -- Malaysia akan mengeluarkan kartu pintar sebagai tanda pengenal pekerja asing akhir tahun ini. Pemakaian kartu biometrik ini menjadi bagian dari upaya membersihkan pekerja imigran ilegal.

Seperti diberitakan harian New Straits Times kemarin, dengan sistem berbiaya 30 juta ringgit (Rp 80,67 miliar), kartu biometrik dikeluarkan untuk pekerja bidang konstruksi, manufaktur, pertanian, dan restoran. Menteri Urusan Dalam Negeri Azmi Khalid mengatakan, kartu biometrik ini memuat data pribadi dan sidik jari pekerja.

Azmi menjamin, kartu akan aman dari pembobolan berkat berbagai fitur keamanannya. "Mungkin saja terjadi upaya pembobolan, tapi itu tidak akan bisa mengubah informasi dalam microchip-nya," kata Azmi. Sebab, kata dia, setiap ada usaha mengangkat chip itu, kartu akan rusak.

Azmi menjelaskan, sistem paspor lama sangat tidak aman karena pemalsuan bisa dilakukan dan hasilnya dijual kepada pekerja asing. Kelak, kata dia, sistem yang dikembangkan Malaysia ini bisa digunakan untuk pembantu rumah tangga dari negara asing.

Malaysia adalah salah satu pengimpor terbesar buruh asing di Asia. Pekerja asing, baik legal maupun ilegal, berjumlah sekitar 2,6 juta dari total 10,5 juta angkatan kerjanya. Repatriasi sekitar 400 ribu imigran gelap, terutama dari Indonesia, selama empat bulan masa amnesti yang berakhir Maret lalu membuat Malaysia kekurangan tenaga kerja.

Akibatnya, pemerintah Malaysia berjibaku merekrut sekitar 100 ribu tenaga kerja asal Pakistan. Pemerintah juga mencari pekerja dari India, Sri Lanka, Nepal, Myanmar, dan Vietnam.

Departemen Imigrasi Malaysia saat ini melarang pemakaian agen pengerah tenaga kerja untuk mencukupi kebutuhan buruh asing di dalam negeri. Namun, menurut Azmi, larangan itu harus dicabut karena pemakaian agen sudah menjadi tren yang tak bisa dibendung.

Pencabutan larangan itu masih bersifat terbatas. Perusahaan yang berniat mempekerjakan kurang dari 50 tenaga kerja asing harus menggunakan jasa perusahaan yang ditunjuk pemerintah. Pemerintah Malaysia mulai mengizinkan operasi 20 perusahaan pengerah tenaga asing pada Agustus lalu. "Perusahaan-perusahaan itu akan bertanggung jawab kepada pekerja asing, termasuk upah dan kesejahteraannya," kata Azmi.