..:: Selamat Datang di iloworld.blogspot.com ::..
Tampilkan postingan dengan label e-learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label e-learning. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2007



source

'e-Learning Jangan Sampai Bernasib Seperti VoIP'

Ardhi Suryadhi - detikinet

Kuta, Bali - Semakin meningkatnya teknologi dan implementasi program pembelajaran e-learning di Indonesia, harus diikuti antisipasi yang cepat dari berbagai sektor. Jangan sampai ia (e-learning-red) bernasib seperti Voice over Internet Protocol (VoIP).

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Pustekkom Departemen Pendidikan Nasional Lilik Gani di sela-sela ajang ISODEL 2007 yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza – Bali — dari 13 hingga 15 November 2007.

"Kita harus mengantisipasi perkembangannya, jangan sampai bablas. Sekarang saja korporat sudah mulai menggelar e-learning massal seperti Garuda dan BI, mereka sudah bicara reduce cost bisa tiga kali lipat," ujarnya kepada beberapa wartawan.

Tapi bahayanya, lanjut Lilik, ketika di e-learning itu ada sertifikasi dan dengan itu sudah diakui dunia, dikhawatirkan perkembangannya tak diikuti dengan regulasi yang mengontrolnya. "Sehingga mereka berpikir, 'lah kita sudah bisa mencari kerja dengan sertifikasi ini'," tukasnya.

Untuk itu Depdiknas menyelenggarakan ISODEL 2007, sehingga dari ajang ini para pemangku kepentingan bisa sharing informasi dan melihat best practice dari negara lain implementasi e-learning itu seperti apa.

"Kalau VoIP dulunya itu sebenarnya punya regulasi, tapi lalu karena ada kontra dimana-mana ya jadinya digantung, padahal teknologinya terus jalan," imbuhnya.

Sehingga, dikatakan Lilik, jangan sampai e-learning ini bernasib seperti VoIP dan pemerintah harus cepat mengantisipasi perkembangannya. Mulai dari sisi teknologi, cara implementasi, kebijakan serta quality assurance.

Gandeng Komunitas

Sementara itu untuk memperkaya konten e-learning tanah air, pemerintah siap menggandeng komunitas penyedia konten. Selain itu, komunitas diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengukur kualitas konten serta memberi masukan dalam membuat kebijakan.

"Nah, nantinya kalau ada apa-apa tinggal kita lempar ke komunitas dan mereka pasti cepat melakukannya. Karena konten e-learning kita masih sedikit dan harus dikembangkan, seperti konten dalam mem-protect material, animasi dibuat seperti apa dan yang lain. Jadi seperti partner goverment lah," ujar Lilik.

Sedangkan negara yang bisa dijadikan acuan bagi Indonesia adalah seperti negara-negara di Kepulauan Pasifik dan Laut Karibia. Pasalnya, dengan kondisi geografis yang berpulau-pulau kecil namun mereka berhasil mengembangkan e-learning. "Mereka pembelajarannya distance leaning dan sudah bukan antar pulau tapi sudah antar negara-negara kecil disana, sehingga karakteristiknya mirip dengan kita," tandasnya.

( ash / dwn )

Anggaran Pengembangan Teknologi E-Learning 1 Triliun

source

teknologi informasi, komunikasi dan e-learning (pembelajaran jarak jauh).

Dana tersebut, kata Kepala Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Lilik Gani akan dimanfaatkan untuk Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas/sederajat masing-masing 500 miliar.

Penggunaan dana, antara lain untuk membiayai pembangunan laboratorium komputer dan akses internet. “Masih dikaji berapa banyak laboratorium yang bisa dibangun,” ujarnya saat ditemui di sela Simposium Teknologi Komunikasi dan Informasi Internasional (ISODEL) di Kuta, Bali, Rabu (14/11), Indonesia, tambahnya, telah berkomitmen untuk memasuki dan mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan. Sejak tahun 90-an telah dilakukan berbagai macam uji coba pendidikan berbasis TIK terutama pada jenjang pendidikan tinggi dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Targetnya adalah menjangkau seluruh jenjang dan jalur pendidikan.

Penerapan TIK, kata Lilik, telah berlangsung sejak 2005 menggunakan sarana televisi terutama untuk jenjang SMP. "Saluran televisi sudah sampai di daerah. Saat ini semua SMP sudah menjadi bagian dari TV Education (TVE). Suatu saat nanti antara pendidikan berbasis televisi dan TIK dapat diintergrasikan, sehingga komunikasi lebih sempurna lagi," katanya Reh Atemalem Susanti

teknologi informasi, komunikasi dan e-learning (pembelajaran jarak jauh). Dana tersebut, kata Kepala Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Lilik Gani akan dimanfaatkan untuk Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas/sederajat masing-masing 500 miliar. Penggunaan dana, antara lain untuk membiayai pembangunan laboratorium komputer dan akses internet. “Masih dikaji berapa banyak laboratorium yang bisa dibangun,” ujarnya saat ditemui di sela Simposium Teknologi Komunikasi dan Informasi Internasional (ISODEL) di Kuta, Bali, Rabu (14/11), Indonesia, tambahnya, telah berkomitmen untuk memasuki dan mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan. Sejak tahun 90-an telah dilakukan berbagai macam uji coba pendidikan berbasis TIK terutama pada jenjang pendidikan tinggi dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Targetnya adalah menjangkau seluruh jenjang dan jalur pendidikan. Penerapan TIK, kata Lilik, telah berlangsung sejak 2005 menggunakan sarana televisi terutama untuk jenjang SMP. "Saluran televisi sudah sampai di daerah. Saat ini semua SMP sudah menjadi bagian dari TV Education (TVE). Suatu saat nanti antara pendidikan berbasis televisi dan TIK dapat diintergrasikan, sehingga komunikasi lebih sempurna lagi," katanya Reh Atemalem Susanti

Senin, 03 Desember 2007

E-Learning : Belajar Sambil Bermain



source

Yang namanya belajar emang membosankan. Tapi, apakah kita gak belajar hanya gara-gara bosan, apalagi malas? Namun, di era serba Syber ini kamu gak usah bingung.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, terutama dunia ICT (Information And Communication Technology), kamu tidak perlu bingung untuk belajar. Melalui Internet, kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran yang bakal membantu studi kamu.

Apa sih E-learning itu? Prinsip dasar E-Learning adalah menfasilitasi komunikasi antara guru dan anak didik, mengembangkan kerja sama dan kemampuan anak didik untuk belajar mandiri dengan memberikan umpan balik secepatnya dalam bentuk jawaban-jawaban latihan.

Keuntungannya, lewat E-Learning ini guru dan siswa bisa berkomunikasi melalui internet tanpa ada batas ruang dan waktu. E-Learning memungkinkan berkembangnya sistem bagi orang-orang yang kurang beruntung yang secara normal tidak mendapatkan sistem pendidikan formal. Lebih lanjut, kini para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat saling bertukar ide dan informasi atau memperbaiki pelajaran mereka di waktu senggangnya.

Tapi kelemahan E-Learning terletak pada siswanya sendiri. Siswa yang kurang antusias dan disiplin dalam belajar melalui internet akan menemui kesulitan-kesulitan.

Nah, berikut ini beberapa situs E-learning yang bisa kamu akses.

http://www.teknimedia.com
Di situs ini disediakan bermacam-macam paket pelajaran atau semacam kursus dalam bentuk CD untuk mempelajari bermacam-macam ilmu komputer dan internet

http://literature.domaindlx.com/josunter/e-school/
Situs ber-bahasa Indonesia ini menamakan dirinya e-school (sekolah-elektronik). Materi di sana kebanyakan berhubungan dengan dunia internet. Sayangnya, orang yang berminat dikenai biaya untuk masing-masing mata pelajaran.

http://www.fisika.net
fisik@net merupakan situs pertama, yang khusus memuat segala referensi fisika untuk semua kalangan masyarakat.

http://p3m.dikti.org/html/index.php
Situs ini dibuat dan dikelola Subdit Pengembangan Sistem Informasi Strategi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DITBINLITABMAS) Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

http://id.i-tutor.net
Situs ini menyediakan paket belajar online yang lengkap untuk anak-anak berusia 7 sampai dengan 12 tahun seperti Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam. Jadi lumayan bagi kamu yang punya adik di SD bisa ngajari lewat internet.

Findtutorials.com-http://www.findtutorials.com
Situs ini adalah gerbang pencari situs tutorial online di web ( 700 kategori, 4000 tutorial) Beginners.co.uk - http://www.beginners.co.uk/ Situs ini menyediakan 300 tutorial free online seperti HTML, JAVA, .NET, Javascript, Flash, PHP, SQL, C++, C#, VB, ASP dan masih banyak lagi.

Devcentral-http://devcentral.iftech.com/default.php
Situs ini untuk orang yang concern dengan masalah Teknologi Informasi, dan dokumennya berformat PDF (Portable Data Format). Isinya terdiri dari C, C++,C# Win32, Java, VB, DCOM, Networking, Perl, XML, dsb.

Ehow.com-http://www.ehow.com
Situs ini berisi 14 kategori dan 120 subkategori, contoh kategorinya antara lain : Automotive, Careers/Education, Computers, Relationships, Dating, marriage, Finance/Business, Health, Hobbies/Games ,Crafts, Fashion, Pets, Travel dan banyak lagi.

Lifelonglearning-http://www.angelfire.com/journal/brownrb/index.html
Situs ini mengklaim telah diakses lebih dari 10 juta orang. Wow hebat kan, kalau pengen tahu isinya ? klik aja alamat diatas.

Techtutorials.com-http://www.techtutorials.com
Situs ini berisi 1700 direktori tutorial gratis dengan topik seperti computer hardware, databases, networking, UNIX, Linux, Programming, dsb. Situs ini dibuat oleh orang yang membangun mcmcse.com, yaitu resource untuk membantu orang yang akan ujian sertifikasi Microsoft's MCSE.

Howstuffworks.com-http://www.howstuffworks.com
Seperti namanya, di situs ini kamu bisa belajar bagaimana cara kerja suatu barang. Banyak hal yang disediakan, mulai dari komputer & internet, mesin, barang-barang sekitar rumah, automotif, elektro, telekom dan masih banyak lagi.

Sumber : Tabloid Segitiga (Oktober 2002)

Dokeos, Course Manajement System



source

Pengertian Dokeos

Dokeos adalah elearning tools untuk aplikasi berbasis web.Ia merupakan free software yang direlease oleh GNU GPL dan pengembangannya didukung oleh dunia internasional.Sistem operasinya bersertifikasi yang bisa digunakan sebagai konten dari sistem managemen untuk pendidikan.Contennya meliputi distribusi bahan pelajaran , kalender , progres pembelajaran, percakapan melalui text/audio maupun vidio , administrasi test , dan menyimpan catatan. Pada tahun 2004 dokeos sudah ditranslate ke dalam 31 bahasa dan digunakan oleh lebih dari ratusan organisasi.Tujuan utama dari dokeos adalah menjadi sistem yang userfriendly dan flexibel serta mudah dipakai. Selain itu juga menjadi tool yang bagus untuk pembelajaran sehingga user puas terhadap aplikasi ini.

Dokeos ditulis dalam bahasa PHP dan menggunakan database MySQL.Versinya yang paling stabil adalah Dokeos 1.6.5.Saat ini para developer sedang merelease versi 2.0.Komunitas untuk mereleasenya sangat terbuka.Untuk situs resminya adalah Dokeos.com

Tool-tool yang ada di Dokeos

1.
2. Agenda/kalender
3. Pengumuman: info penting yang juga mencakup fungsionalitas mail service
4. Deskripsi arahan: penjelasan objektif, metodologi, materi kursus, metode taksiran untuk siswa
5. Dokumen : manajemen file untuk menyimpan berbagai dokumen
6. Learning path: menetapkan bagaimana siswa melakukan browsing. menjelaskan kepada siswa-siswa langkah mana yang harus diambil. menunjukkan siswa menuju kursus e-learning yang kita tawarkan. misal : pretest, view document 1, post text, visit site X,.. Dengan tool ini kita juga dapat mengatur prasyarat. misalnya: situs tidak dapat dikunjungi sebelum test diselesaikan. learning path adalah SCORM compatible dan dapat mengimpor serta ekspor SCORM packages
7. Link : link ke situs lain
8. Forum : diskusi asynchronous
9. Drop box : siswa dapat mengumpulkan tugas ke gurunya (sebagai pengganti mengisi mailbox gurunya dengan mail yang memiliki attachment sanagt besar )
10. Group : mengelompokkan beberapa user menjadi satu (untuk tugas spesifik)
11. Modul untuk chat : diskusi instant
12. Publikasi : siswa dapat membagi (share) tugas mereka dengan siswa yang lain
13. Tracking : informasi tentang siapa yang telah mengerjakan, kapan, dan masih banyak lagi.

semua tool yang berbeda ini dapat dikombinasikan:
-tiap grup dapat memiliki ruang dokumen pribadi
-tiap grup dapat memiliki forum pribadi
-guru dapat memosting item agenda atau pengumuman untuk satu atau lebih grup atau user untuk seluruh siswa
-resources (dokumen, link, message forum) dapat dikombinasikan dengan resource yang akan bertugas me-link-kan: kita menambahkan attachment ke resource kursus lain dalam message forum, pengumuman, dan agenda dll.

Standar Dokeos

Dokeos code ditulis dengan PHP dan menggunakan database MYSQL. Dokeos juga bisa digunakan untuk support SCROM import, dan SCROM export dalam tahap percobaan.Data user dapat diimport ke dalam system engan menggunakan CSV atau file XML. Dokeos dapat menambahkan user info dan autentifikasi melalui LDAP. Untuk release selanjutnya (1.6) tim Developer juga berusaha untuk melengkapinya dengan W3C xhtml dan css standart. Beberapa Javascript masih dibutuhkan dan penggunaan SCROM lebih banyak digunakan untuk frame pada learning path module.

Pengembangan Dokeos

Pengembangan Dokeos adalah sebuah project Internasional untuk beberapa universitas, sekolah dan organisasi lain dan perorangan bisa berkontribusi.

Metodology pengembangan dokeos mengambil elemen dari ekstreme programming, usability teori dan metodologi pengembangan kolaborasi open source, seperti ide pada cathedrak dan bazaar.

Secara spesifik dokeos sangat terbuka. Ada forum yang digunakan oleh para pengguna dokeos di seluruh dunia untk saling berdiskusi dan memberi feed back. Agenda dan waktu para developer juga terpublish, dan roadmapnya juga bisa diketahui publik. Usser dapar menayakan tentang fitur atau bugs pada form tersebut. Semua desain dan dokumentasi dari developer tersedia dan bisa diakses oleh publik. Setiap orang bisa mendaftar dan dapat berkontribusi

e-Learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja



Oleh: Harry B. Santoso

source

Oleh: Harry B. Santoso

Dulu mungkin kita berpikir bahwa kegiatan belajar mengajar harus dalam ruang kelas. Dengan kondisi dimana guru atau dosen mengajar di depan kelas sambil sesekali menulis materi pelajaran di papan tulis. Beberapa puluh tahun yang lalu pun juga telah dikenal pendidikan jarak jauh. Walaupun dengan mekanisme yang boleh dibilang cukup ‘sederhana’ untuk ukuran sekarang, tetapi saat itu metode tersebut sudah dapat membantu orang-orang yang butuh belajar atau mengenyam pendidikan tanpa terhalang kendala geografis. Memang kita akui, sejak ditemukannya teknologi Internet, hampir ‘segalanya’ menjadi mungkin. Kini kita dapat belajar tak hanya anywhere, tetapi sekaligus anytime dengan fasilitas sistem e-Learning yang ada.

Untuk melihat dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap kegiatan pembelajaran secara umum, terdapat beberapa istilah yang mirip, seperti: Distance Education, Distance Learning, Computer Mediated Learning, Computer Aided Instruction, dsb. Sehingga tak jarang terjadi tumpang tindih dalam penggunaan istilah tersebut. Tulisan ini sengaja menggunakan istilah e-Learning karena cakupan pengertian yang lebih umum digunakan dan juga menekankan aspek penggunaan TIK dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran kapan saja, dimana saja.

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah tersebut: 1. Distance Learning, yaitu instructional delivery yang tidak mengharuskan siswa untuk hadir secara fisik pada tempat yang sama dengan pengajar (Ornager, UNESCO, 2003). 2. Distance Education, yaitu model pembelajaran dimana siswa berada di rumah atau kantor mereka dan berkomunikasi dengan dosen maupun dengan sesama mahasiswa melalui e-mail, forum diskusi elektronik, videoconference, serta bentuk komunikasi lain yang berbasis komputer (Webopedia, 2003). 3. E-Learning, yaitu proses belajar yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan TIK (Martin Jenkins and Janet Hanson, Generic Center, 2003).

Dari segi infrastruktur, bila yang kita butuhkan dari sistem e-Learning adalah sebatas aplikasi tutorial yang cukup kita install per PC, kita hanya perlu komputer yang stand alone. Sebaliknya bila sistem yang kita inginkan benar-benar punya akses kapan saja- dimana saja, maka kita butuh infrastruktur Internet, baik wireless maupun tidak. Karakteristik sistem yang terakhir biasa disebut web-based e-Learning. Sedangkan dari segi perkembangan maupun penggunaan, memang kita kalah ‘cepat’ dengan apa yang telah dicapai di luar negeri. Hal tersebut tak dapat dipungkiri mengingat berbagai kendala yang kita hadapi di dalam negeri, salah satunya adalah masalah digital divide.

Karakteristik Sistem yang Dibutuhkan Dari beberapa sistem e-Learning yang dikembangkan, secara umum kita dapat membagi berdasarkan sifat interaktivitasnya menjadi 2 (dua) kelompok: Pertama, sistem yang bersifat statis. Pengguna sistem ini hanya dapat men-download bahan-bahan belajar yang diperlukan. Sedangkan dari sisi administrator, ia hanya dapat meng-upload file-file materi. Pada sistem ini memang suasana belajar yang sebenarnya tak dapat dihadirkan, misalnya jalinan komunikasi. Sistem ini cukup berguna bagi mereka yang mampu belajar otodidak dari sumber-sumber bacaan yang disediakan dalam sistem ini, baik yang berformat HTML, PowerPoint, PDF, maupun yang berupa video. Kalaupun digunakan, sistem ini berfungsi untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar yang dilakukan secara tatap muka di kelas.

Kedua, sistem yang bersifat dinamis. Fasilitas yang ada pada sistem ini lebih bervariasi dari apa yang ditawarkan sistem pertama. Pada sistem kedua ini, fasilitas seperti forum diskusi, chat, e-mail, alat bantu evaluasi pembelajaran, manajemen pengguna, serta manajemen materi elektronis sudah tersedia. Sehingga pengguna mampu belajar dalam lingkungan belajar yang tidak jauh berbeda dengan suasana kelas. Sistem kedua ini dapat digunakan untuk membantu proses transformasi paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered. Bukan lagi pengajar yang aktif memberikan materi atau meminta mahasiswa bertanya mengenai sesuatu yang belum dipahami, tetapi disini mahasiswa dilatih untuk belajar secara kritis dan aktif. Sistem e-Learning yang dikembangkan dapat menggunakan pendekatan metode belajar kolaboratif (collaborative learning) maupun belajar dari proses memecahkan problem yang disodorkan (problem-based learning).

Tentang kondisi pembelajaran dan fasilitas apa yang sesuai, dapat kita lihat pada tabel berikut ini (diadopsi dari Distance Learning and Sun Microsystems, 1999):

Kondisi Pertama, yaitu belajar di waktu dan tempat yang sama. Belajar model seperti ini tak lain adalah belajar di ruang kelas.

Kondisi Kedua, yaitu belajar di waktu yang berbeda, tetapi di tempat yang sama. Untuk belajar model seperti ini kita memerlukan Learning Center, Laboratory, serta Library.

Kondisi Ketiga, yaitu belajar di waktu yang sama, tetapi di tempat yang berbeda. Untuk belajar model seperti ini kita memerlukan Audioconferencing, Videoconferencing, Satellite delivery, Chat Room, Instrutor-led (Synchronous Learning Systems), Synchronous Streaming.

Kondisi Keempat, yaitu belajar di waktu dan tempat yang berbeda. Untuk belajar model seperti ini, kita memerlukan infrastruktur Internet, Learning Management System (LMS), serta materi e-Learning yang pedagogical soundness.

Strategi Penyediaan Sistem e-Learning

Untuk menyediakan sistem e-Learning dalam suatu organisasi, katakanlah institusi pendidikan, terdapat beberapa pilihan yang dapat kita ambil :

1. Mengembangkan sendiri. Dengan menjatuhkan pilihan pada pilihan ini, artinya institusi perlu memiliki tim untuk pengembangan sistem. Disini benar-benar akan digunakan manajemen proyek dimana alokasi sumber daya manusia (mulai dari manajer proyek, system analyst, business analyst, system architect, system developer, tester, hingga documentator), alokasi biaya dan waktu diatur sedemikian rupa sehingga requirements dapat dicapai sesuai target. Pilihan metodologi pengembangan dan teknologi yang akan digunakan merupakan ‘hak prerogratif’ tim pengembang dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang ada.

2. Membeli sistem yang sudah ada. Salah satu hal yang bisa digunakan untuk menebak mengapa suatu organisasi membeli aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras adalah tersedianya anggaran yang dimiliki serta berbagai pertimbangan seperti kemudahan, khususnya pendeknya waktu implementasi serta layanan pascaimplementasi. Namun yang perlu diperhatikan dari pilihan ini adalah seringkali fasilitas yang ada terlalu kompleks dari apa sebenarnya yang dibutuhkan organisasi yang bersangkutan.

3. Menggunakan open source e-Learning system. Saat ini telah terdapat beberapa sistem e-Learning berbasis open source seperti Moodle, Claroline, dan yang lainnya. Jelas, bagi organisasi yang akan memanfaatkan software ini tidak perlu membayar. Lisensi yang digunakan biasanya adalah GPL atau GNU. Effort yang perlu kita lakukan ketika memutuskan menggunakan sistem ini adalah, kita perlu mempelajari dokumentasi program, bahkan kalau perlu algoritma-algoritma yang digunakan. Tidak adanya layanan pascaimplementasi berarti menuntut penggunanya untuk terlibat aktif dalam milis-milis atau memperhatikan bug-bug yang mungkin ditemukan dibelakang hari.

4. Melakukan kustomisasi. Melakukan kustomisasi artinya memanfatkan kembali modul-modul yang tersedia, baik itu dikembangkan sendiri, dari software open source ataupun dengan cara membeli dengan tujuan untuk dapat dimodifikasi sesuai requirements yang dibutuhkan organisasi.

Sebagai penutup tulisan ini, para pengembang Internet entah mengira atau tidak, jelas hasil riset mereka telah berhasil mewarnai hampir segala macam aktivitas orang di era ini. Mulai remote working, akses informasi segala macam di dunia maya melalui search engine, chatting yang membuat sebagian orang keranjingan, hingga sistem e-Learning yang mampu ‘memanjakan’ orang yang ingin belajar setiap saat dan di segala tempat. Tentunya dengan dua syarat, ada kemauan untuk belajar dan akses Internet. Selamat belajar di era baru!