..:: Selamat Datang di iloworld.blogspot.com ::..

Senin, 03 Desember 2007

dot project untuk manajemen proyek

 

source  

satu lagi solusi open sources bagi UKM yang ingin memonitoring sebuah proyek, dan tidak sangup membeli microsof project.... maka silahakan download dotproject

Manajemen proyek dengan dot project

Untuk menangani proyek baik skala besar maupun skala kecil, diperlukan manajemen proyek yang baik sehingga bisa selesai tepat waktu dan tidak over cost. salah satu untuk menyiasati nya adalah menggunakan dotproject. Dengan dot project kita bisa membagi pekerjaan ke dalam beberapa thread dan di assign siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya. Selain itu kita juga bisa menentukan maindays dari thread yang telah kita tentukan

thread tadi kemudian bisa di update perkembangannya oleh orang yang telah di assign sebagai pengangung jawab thread tadi. Sehingga pengawas project dalam hal ini project manager dapat memonitoring seberapa jauh sudah proyeknya berjalan. Dan bisa mengambil banyak langkah jika ada keterlambatan dalam pengerjaan. di dotproject juga disediakan forum dikusi untuk saling berdikusi tentang project. dot project merupakan aplikasi web based ... sehingga bisa di install di internet jadi sekarang jarak bukan persoalan lagi bagi seorang project manager untuk selalu memonitoring project nya ....

Ilustrasi nyata dari dot project :

Misal kita menerima project membuat sistem informasi sekolah :
Maka menggunakan dot project project manager dapat menetukan tahap tahap pembangunan sistem informasi seperti data gathering, analisa, penyusunan ER, flow chart, kemudian implementasi. thread itu bisa di pecah pecha lagi misalnya analisa terdiri dari pembuatan kuesioner, pengolahan kuesioner dll. Setiap thread tadi dapat di assign ke analis, programmer atau user lainnya sebagai penanggung jawab. Nanti ketika analis , programmer atau pun user lainnya masuk / login ke dot project maka yang tampil adalah daftar perkerjaan yang harus dia lakukan beserta lama waktunya, kemudian mereka bisa update status dari perkerjaan mereka dalam persen. Dengan demikian project manager dapat terus mengamati perkembangan projectnya

dotproject saya lihat sudah diterapkan di beberapa software house di indonesia , untuk download dan keterangan lebih lanjut ttg dotproject ada di alamat url ini : http://www.dotproject.net/

berikut petikan salah satu testimonial dot project :

The Linux Knowledge Base and Tutorial uses dotProject not only as its primary project management tool, but also to store events and other information that we need to keep track of.

With all of the features and content we have, running the Linux Tutorial is not an easy task. We are constantly improving and adding to our already extensive offering. When we first started, all of our TODOs were managed with lists in various text files or piles of notes. As the site grew, the number of things we needed to keep track of grew considerably and our so-called management system was obviously not up to the task. After we tried a couple of different project management tools, we finally decided upon dotProject and never looked back.

We have defined projects for the major functional and content areas within the Tutorial. These serve to help organize the tasks and sub-tasks. Since we constantly upgrading and improving these site, the individual tasks come and go, but these projects never end. Currently we are managing over 50 project, with 300 tasks. With the limited number of people working on this project, it is still a daunting taks. However, without dotProject it would be near impossible.

In gratitude for the work done and how much it is helping us, we have added dotProject to the list of "powered by" icons, which you can find at the bottom of each page. Please visit us when you get a chance by pointing your browser to www.linux-tutorial.info.

Mengelola Proyek dengan Redmine



source

Redmine adalah aplikasi manajemen proyek yang dibuat menggunakan framework Ruby on Rails. Pada saat artikel ini ditulis, Redmine sudah mencapai versi 0.5.1 yang dirilis 15 Juli 2007.

Selain Redmine, banyak juga aplikasi manajemen proyek lainnya, misalnya:
ActiveCollab (dulu gratis sekarang bayar)
Trac
BaseCamp (hanya bisa diakses di websitenya, tidak bisa diinstal lokal)
DotProject

Redmine mendukung multiple project. Jadi kita bisa menginstal Redmine di perusahaan untuk mengelola semua proyek yang sedang berjalan.

Untuk pengelolaan proyek, Redmine memiliki Gantt chart dan Calendar. Untuk mengelola dokumentasi proyek, kita bisa menggunakan wiki yang sudah tersedia. Tugas dibagikan pada team member dengan menggunakan konsep issue yang akan dijelaskan di bawah. Kita bahkan bisa melihat kode program yang sudah dibuat menggunakan version control browser. Saat ini Redmine dapat melihat isi repository Subversion, CVS, Mercurial, dan Darcs.

Dengan menggunakan aplikasi ini, kita dapat mengelola berbagai aspek dalam manajemen proyek kita secara terpusat. Redmine gratis dan mudah diinstal, jadi tunggu apa lagi … segera gunakan.

Manajemen Proyek dengan MrProject



tabel gannt chart

source

Dalam menyelesaikan suatu proyek, tentunya kita harus mempersiapkan manajemen yang baik untuk setiap waktu dan sumber daya yang kita miliki. Setiap orang menyelesaikan apa, kemudian, setiap tugas bernilai berapa, dan timeline pengerjaan proyek adalah beberapa contoh hal yang perlu diantisipasi. Selain itu, kita juga harus memperhatikan apa yang akan terjadi ketika bagian kritikal proyek harus mengalami masalah dan penundaan. Pada sistem pengembangan konvensional, semua hal dirumuskan dalam kertas besar dan dipaparkan habis-habisan di sana. Kertas-kertas yang diperlukan akan semakin banyak apabila proyek mengalami masalah. Dahi-dahi berkerut bermunculan. Uban tumbuh makin tidak beraturan. Itulah kalau semua dikerjakan secara manual.

[file lengkap dapat di download pada source]

Kebijakan dan Perencanaan Proyek Sistem Informasi

source

Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan dan perencanaan telebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak, maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak tersebut.

Kebijakan Sistem

Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem lama mempunyai kelemahan (masalah)

Perencanaan Sistem

Perencanaan sistem menyangkut estimasi sumberdaya (kebutuhan-kebutuhan fisik dan tenaga kerja) dan biaya. Perencanaan sistem terdiri dari : perencanaan jangka pendek (periode 1–2 tahun) dan jangka panjang (periode sampai 5 tahun).

Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staf perencanaan sistem, departemen pengembangan sistem atau depertemen pengolahan data.

Proses Perencanaan Sistem

Proses perencanaan sistem dapat dikelompokkan dalam tiga proses utama, yaitu : Merencanakan proyek-proyek sistem
Tahapan proses perencanaan sistem yaitu :
�Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
�Mengidentifikasi proyek-proyek sistem
�Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
�Menetapkan kendala proyek-proyek sistem (mis. Batasan biaya, waktu, umur ekonomis, peraturan yang berlaku)
�Menetukan prioritas proyek-proyek sistem
�Membuat laporan perencanaan sistem
�Meminta persetujuan manajemen

Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
Persiapan ini meliputi :
�Menunjuk team analis (dapat berasal dari departemen pengembangan yang ada atau dari luar perusahaan (konsultan)
�Mengumumkan proyek pengembangan sistem

Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan
Melakukan studi untuk mencari alternatif pemecahan terbaik yang paling layak untuk dikembangkan. Tahapan yang dilakukan yaitu :
�Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem
�Melakukan studi kelayakan
�Menilai kelayakan proyek sistem
�Membuat usulan proyek sistem
�Meminta persetujuan manajemen

Perkiraan Proyek Dalam Manajemen Proyek Sistem Informasi



Sekarang biaya merupakan elemen yang paling penting dan mahal dalam pengembangan sistem berbasis komputer. Perkiraan biaya yang salah atau kurang tepat dapat mengurangi keuntungan atau malah kerugian. Perkiraan biaya sistem informasi dan usaha tidak dapat dihitung dengan tepat, karena banyak variabel (manusia, teknikal, lingkungan) yang mempengaruhinya.

Untuk mencapai perkiraan biaya dan usah yang dapat diandalkan, digunakan pilihan sebagai berikut :
- Memperkirakan waktu yang paling lama dari pengerjaan proyek
- Perkiraan berdasarkan pada proyek yang sama
- Menggunakan teknik dekomposis
- Menggunakan satu atau lebih model empiris

Memperkirakan waktu untuk menyelesaikan setiap kegiatan merupakan bagian yang paling sulit, untuk itu butuh pengalaman dalam memperkirakan waktu yang diperlukan. Penjadwalan tugas-tugas (kegiatan) dapat menggunakan :

1. Grafik Gantt
Merupakan suatu grafik dimana ditampilkan kotak-kotak yang mewakili setiap tugas (kegiatan) dan panjang masing-masing setiap kotak menunjukkan panjang relatif tugas-tugas yang dikerjakan.

2. Diagram PERT (Program Evaluation and Review Techniques)
Suatu program (proyek) diwakili dengan jaringan simpul dan tanda panah yang kemudian dievaluasi untuk menentukan kegiatan-kegiatan terpenting, meningkatkan jadwal yang diperlukan dan merevisi kemajuan-kemajuan saat proyek telah dijalankan. Diagram PERT lebih baik dari Gantt, karena :
- Mudah mengidentifikasi tingkat prioritas
- Mudah mengidentifikasi jalur kritis dan kegiatan-kegiatan kritis
- Mudah menentukan waktu kendur

3. Penjadwalan proyek berbasis komputer
menggunakan PC untuk membuat jadwal proyek lebih praktis dan menguntungkan. Contoh program penjadwalan yaitu Ms Project, Symantec’s Timeline dan Computer Associates’ CA-Super Project.

Proses pengembangan sistem informasi (PL) dikembangkan oleh pelaku-pelaku yang dapat dikatagorikan dalam 5 kelompok :

1. Manajer senior, yang bertugas mendefinisikan permasalahan-permasalahan bisnis dan sangat berpengaruh pada proyek tersebut.
2. Manajer proyek (teknik), yang merencanakan, memotivasi, mengorganisasi dan mengontrol orang-orang yang bekerja dalam proyek tersebut (praktisi).
3. Praktisi, adalah orang yang mempunyai kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk mendapatkan produk sistem informasi (program aplikasi).
4. Pelanggan, adalah orang yang membutuhkan sistem informasi (PL) tersebut.
5. Pengguna akhir, orang yang berinteraksi dengan sistem informasi (PL) yang dikaitkan dengan penggunaan produk.